astra-addon domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/apps5295/public_html/dev-website-isa.appbuilder.my.id/wp-includes/functions.php on line 6131so-widgets-bundle domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/apps5295/public_html/dev-website-isa.appbuilder.my.id/wp-includes/functions.php on line 6131ultimate-addons-for-gutenberg domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/apps5295/public_html/dev-website-isa.appbuilder.my.id/wp-includes/functions.php on line 6131astra domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/apps5295/public_html/dev-website-isa.appbuilder.my.id/wp-includes/functions.php on line 6131astra-addon domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/apps5295/public_html/dev-website-isa.appbuilder.my.id/wp-includes/functions.php on line 6131
Jakarta, Beritasatu.com – Menurut riset Gartner, pada 2025 sebanyak 75% perusahaan dunia akan menggunakan teknologi No-Code. Ini dinilai sangat revolusioner karena teknologi No-Code tidak membutuhkan kode-kode yang rumit untuk membangun solusi bisnis berbasis teknologi di perusahaan.
Angka tersebut naik lebih 300% dibanding tahun 2020 yang hanya 25% perusahaan saja. Artinya banyak perusahaan berlomba-lomba untuk gunakan teknologi yang secara pengembangan dan fungsi sangat efisien.
“Teknologi No-Code akan mengotomasi, seluruh unit dalam perusahaan menggunakan mulai dari sales marketing, HR, production dan lain-lain,” tutur Managing Director iSystem Asia Aina Neva Fiati, pada acara Accelerate 2021, sebuah konferensi No-Code terbesar di dunia.
Karena itu, perusahaan yang menggunakan teknologi No-Code lebih dini akan lebih cepat meraih peluang. Terlebih bagi perusahaan yang punya lanskap industri dengan tingkat persaingan yang sangat ketat.
Data tren teknologi ini menjadi catatan penting pada konferensi global yang digelar Creatio. Perusahaan yang berbasis di Amerika ini menggelar konferensi bertajuk “Accelerate: No-Code Revolution” yang diadakan selama 2 minggu berturut-turut secara daring dalam enam bahasa. Pada 26 November 2021 lalu, Creatio sukses menggelar konferensi No-Code dengan Bahasa Indonesia bersama iSystem Asia.
Aina menambahkan, teknologi No-Code secara harfiah adalah teknologi tanpa kode pada sistem IT perusahaan. Secara fitur, teknologi ini punya ciri khas sangat mudah digunakan yakni drag and drop.
“Bahkan karyawan yang tidak punya skill IT yang tinggi pun bisa menerapkan teknologi ini,” tutur Aina.
Kepala Divisi QHSE dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika, Bimo Prasetyo mengakui bahwa teknologi No-Code akan pesat digunakan. Salah satu faktor yang mendorong juga adalah pandemi.
“Ketika pandemi orang menjadi lebih kreatif dan akhirnya mempercepat proses transformasi digital. Apalagi Wika memiliki lingkup dan jangkauan yang sangat luas dan besar, sehingga sangat membutuhkan teknologi ini terutama pada unit customer relations management,” kata Bimo.
Source of Media: BeritaSatu.com
Oleh : Jaja Suteja
Jumat, 3 Desember 2021

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keberadaan teknologi No-Code yang dipaparkan pada konferensi Accelerate: No-Code Revolution Jumat (26/11/2021) lalu jadi perbincangan. Apa sebenarnya teknologi ini? Apakah ada pelatihan tersendiri bagi karyawan yang tidak punya background IT? Apa saja kendalanya?
Managing Director iSystem Asia Aina Neva Fiati yang jadi salah satu narasumber menuturkan, transformasi digital mengubah wajah industri. Namun dengan teknologi No-Code membuat setiap orang dapat terlibat peran di teknologi tanpa harus belajar coding yang rumit.
“Dengan teknologi No-Code, semua industri dengan berbagai latar belakang sumber daya akan akselerasi dengan cepat. Apalagi ditunjang oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan agile dan sistem kerja atau software penunjang yang baik,” katanya.
Pembicara lainnya yang juga hadir adalah Bimo Prasetyo, Kepala Divisi QHSE dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Bimo menuturkan, teknologi No-Code membuat pengambilan keputusan lebih cepat.
“Lebih cepat juga kita bisa memonitor hasil dan kualitasnya. Termasuk kita monitor keamanan atau safety,” imbuh Bimo.
Teknologi No-Code ini, atau yang secara harafiah disebut teknologi tanpa kode, dengan mampu menghadirkan sebuah solusi bagi para perusahaan untuk menciptakan aplikasi atau sistem bisnisnya sendiri yang berbasis digital.
Event Accelerate adalah acara tahunan yang sudah secara rutin diadakan semenjak 2017.
Accelerate tahun ini diadakan selama 16 hari, dalam 6 bahasa termasuk bahasa Indonesia.
Sebanyak 100 lebih pembicara dengan enam bahasa dan 200 pemimpin perusahaan hadir dalam konferensi Accelerate 2021 ini, termasuk Katherine Kostereva, CEO & Founder dari Creatio. Hadir juga Indar Wiguna sebagai Head of Technology dari iSystem Asia, Jordy Reynhard Arnaldo, sebagai Head of Creatio Technology dari iSystem Asia.
Source of Media: Tribun
Oleh : Choirul Arifin
Rabu, 1 Desember 2021

jpnn.com, JAKARTA – Seiring dengan perubahan zaman berbagai perusahaan memiliki IT untuk membuat inovasi baru. Hal itu untuk membangun aplikasi, baik yang sederhana maupun dengan kompleksitas tinggi. Namun, inovasi itu kini kian mudah dengan hadirnya teknologi No-Code atau disebut tanpa kode. Teknologi itu mampu menghadirkan sebuah solusi bagi para perusahaan untuk menciptakan aplikasi atau sistem bisnis sendiri berbasis digital.
Managing Director iSystem Asia Aina Neva Fiati mengatakan, transformasi digital mengubah wajah industry. Namun, dengan teknologi itu membuat setiap orang bisa terlibat peran di teknologi tanpa harus belajar coding yang rumit. “Dengan teknologi ini semua industri dengan berbagai latar belakang akan akselerasi dengan cepat.” kata Aina dalam siaran persnya, Ini Kelebihannya Apa lagi, kata dia, ditunjang oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan agile dan sistem kerja atau software penunjang yang baik.
Sementara itu, Kepala Divisi QHSE dari PT Wijaya Karya Bimo Prasetya menuturkan, teknologi No-Code membuat pengambilan keputusan lebih cepat.
“Lebih cepat juga kita bisa memonitor hasil dan kualitasnya. Termasuk kita monitor keamanan atau safety,” kata Bimo.
Source of Media: Jpnn.com
Oleh : Ddy
Rabu, 1 Desember 2021